UPAH BORONG BANGUNAN DI SOLO
Tukang merupakan bagian penting dalam membangun rumah. Menggunakan tukang yang tepat memang
bukan pekerjaan yang mudah. mencari pekerja dan sistem pengupahannya tidak begitu mudah Pada dasarnya, sistem pembayaran dibedakan menjadi 2 macam yaitu sistem :
SISTEM UPAH HARIAN KERJA
Sistem harian sebaiknya dilakukan jika pemilik rumah mempunyai waktu yang cukup untuk mengawasi pekerjaan. Untuk sistem harian, pemilik rumah harus menyiapkan material secara matang agar tukang tidak ada kesempatan untuk mengganggur, artinya segala yang di butuhkan untuk keperluan dalam pekerjaan tukang baik itu dalam bentuk bahan material ataupun peralatan.
Kemudian pemilik rumah harus bisa memberi pengarahan apa saja yang perlu di kerjakan, jika anda kurang paham mengenai hal ini sebaiknya anda minta bantuan Jasa mandor bangunan untuk membantu anda. dan mengatur kinerja tukang bangunan di lapangan.
Hal ini dilakukan agar pekerjaan tukang bisa terorganisir bahkan pekerjaannya bisa terarah artinya pekerjaan apa saja bisa di lakukan bersama-sama tanpa menggangu pekerjaan yang lain.
SISTEM BORONG UPAH KERJA
Pada sistem borongan upah adalah sistem pembayaran yang dilakukan atas dasar hasil dari pekerjaan (opname) kebanyakan pembayaran bertahap Dp 10% Tahap 2 , tahap 3 tahap 4 dan seterusnyahingga pekerjaan selesai, di akhir pekerjaan biasanya menyisakan 2% guna untuk masa perawatan sesuai perjanjian antara pemilik dan mandor.
pemilik rumah hanya tinggal terima jadi atau terima kunci.
Sebelum akhirnya memilih salah satu sistem borongan, hendaknya dipertimbangkan dahulu waktu yang diperlukan,Tingkat kesulitan dalam pekerjaan dan penggunaan bahan material yang disesuaikan dengan model rumah yang di harapkan, sehingga apa yang menjadi keinginan pemilik bisa terwujud seperti model dan desain rumah yang di harapkan, tentunya sesuai dengan kwalitas bahan dan hasil pekerjaan yang baik.